Langsung ke konten utama

Mbok Dapur

Teng teng teng
Suara tabung LPG yang terpukul mulai menggema
Pertanda waktu sarapan telah tiba
Ah asyiknya, tanpa susah payah pun bisa makan sepuasnya
Lauk seadanya, dengan suasana bahagia

Cepaaattt!
Teriak mbok dapur di ujung sana
Tampaknya sudah lelah berjuang sejak pagi buta
Barangkali, punggungnya mulai remai ditambah kondisi yang mulai renta
Mbok dapur memang kerjanya lasah
Berlelah untuk menghasilkan masakan yang dapat menggoyang lidah

Namun, pak tua bilang lebih susah dia
Bagiku sama saja
Bagimu bagaimana?
Bekerja memang tak boleh biasa
Kerahkan tenaga ekstra
Agar hasilnya paripurna

Hari ini mbok dapur marah, anak-anaknya makan tidak pada waktunya
Ditunggu sambil kebut-kebut menggunakan patera
Kusak-kusuk kami dibuatnya, tak berani tampakkan muka

Namun apa daya,
Krucuk-krucuk perut terus memberi tanda
Jika tak segera, suaranya semakin bahana
Jadilah kita melipat muka
Segera mengambil wadah
Lalu berjanji untuk tidak mengulanginya

Lingkungan pesantren, 29 September 2019

Komentar