Langsung ke konten utama

Menembel Perahu Harapan

Kita patut bangga
Dilahirkan dari rahim Muhammadiyah
Ormas besar yang sumbangsihnya terhadap Indonesia sungguh memesona
Pendidikan, kesehatan, kesengsaraan ummat telah di babat hebat Muhammadiyah
Muhammadiyah dengan nahkoda luar biasa, berlayar mengarungi samudera Indonesia
Disetiap lininya, disetiap bidangnya, disetiap masanya
Muhammadiyah dengan bejibun sayapnya
Salah satunya Akademisi Islam yang di cita-citakan berakhlak mulia; IMM namanya
Di kalangan mahasiswa masyhur dengan jargonnya “Anggun dalam Moral Unggul dalam Intelektual”
Setengah abad lebih IMM dilahirkan
Setengah abad lebih perahu berlayar, sebagai penghantar satu harapan ke harapan lain
Mungkinkah pelabuhannya akan retak di makan usia?
Silakan kau tanya pada sanubari kadernya, apa yang sudah IMM sumbangkan untuk bangsa?
Tak perlu muluk-muluk, karena hakikatnya kita hanya seutas nafas yang sewaktu-waktu terhempas takdir; maut
Trilogi, Tri Kompetensi lanyah di mulut dan pikiran, bak darah dan daging yang menyatu
Tapi ayal, langkah pasti kadang tak kunjung temu
Kritisasi politik, keberpihakan orang terpinggir, pembinaan karakter yang semakin miring menjadi langkah awal, namun tak kunjung menjadikan Indonesia bakir
Perahu kita…
Saatnya menembel agar benar-benar bisa sampai pada samudera harapan, bukan hanya menjadi angan di sudut pikir
Kini masanya, mengikuti trend kaum milenial dengan keterkenalan kreatifitas, teknologi, dan bumbu peduli lingkungan
Harusnya menjadi cambuk bagi IMM untuk mawas diri
Garapan gerakan sosial konstan harus segera terpikir
Gerakan indepedensi media harus segera terkata
Agar kelak dapat bersorak bangga, kerja kita untuk Indonesia, nyata adanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memaknai Produktivitas

Hal apa yang pertama kali menari-nari dalam pikiran ketika mendengar kata produktivitas? Boleh dong sedikit cerita mengenai kegiatan-kegiatan produktif yang biasa kamu lakukan dan yang paling kamu sukai :)           Sebelumnya, saya sering salah mengartikan kata produktivitas menjadi suatu pekerjaan yang tidak ada habisnya, dan tentu saja suatu aktivitas yang bisa menghasilkan uang.           Berdasar asumsi pribadi itu, ternyata sukses menjadikan diri saya terkungkung dalam lingkar anggapan yang muluk-muluk mengenai produktivitas.           Hal apa yang bisa dilakukan agar kita bisa merasa produktif? Apakah kegiatan yang saya lakukan selama ini sudah termasuk sesuatu yang produktif? Dan masih banyak pertanyaan lain yang belakangan ini baru terpecahkan secara sederhana oleh mbak @ayumdaigo94.           Sejatinya, produktivitas adalah tentang bagaimana kita bisa memanfaatkan diri kita ...

Sorot Temaram

Sedang berjalan perlahan seorang diri Menafsirkan sepi dengan menyendiri Sejenak menghibur diri Berkelana sesuka hati Hingga lupa gejolak nurani Singgah, berteduh, melanjutkan perjalanan Tak akan ada yang bisa menahan Bertumpu pada harapan Beralas perjuangan Bergandeng keluasan perasaan Kini, Sorot temaram mulai menyingkap kegelisahan Menunjukkan setitik jalan Memecah ragam rupa rintangan Memercik perlahan kekuatan Bangkitkan dan gelorakan kemenangan Pongah karena berhasil melawan keakuan Gegas memintas dengan rangkulan kawan Pun tak luput merangkul lawan Sorot temaram dari kejauhan mencoba menyusup pelan Semakin tak menampakkan kesamaran Semakin terang dan tenang Kembali berjalan perlahan Dan kami menemukan Batu, 23 September 2019

Kontemplasi: Rezeki

Memasuki  phase  baru artinya sama dengan menghirup udara yang sama dari sudut lain yang berbeda, bisa jadi tingkat kesegarannya tidak sama tapi itulah adaptasi yang sesungguhnya. Debu, polusi, bahkan kabut gelap sekalipun jika kita sudah biasa berteman dengannya maka rasanya akan biasa aja, saya umpamakan seperti itu.           Apa kabar para pekerja? Pekerja apapun! Semoga panjang umur dengan keberkahan, karena tugas kita adalah keluar (zona nyaman), gigih berusaha, dan tetap percaya bahwa semua hasil dari usaha kita akan dibalaskan setimpal, jika bukan sekarang maka bisa jadi besok, dan jika bukan disini bisa jadi disana.           Pernah tiba-tiba terlintas dari pikiran bagaimana Allah begitu keren mengkonsep semua yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari yang berhubungan dengan rezeki? Saya sedikit cerita ya.           Dulu sekali, ketika saya pergi kemanapun dan hendak membeli apapun ter...