Langsung ke konten utama

Kontemplasi: Ada Aral Melintang

Kemarin sempat mengupload ringkasan materi yang saya dapat pada pertemuan pertama kelas online @nulisyuk terkait produktivitas.
          Ternyata mengimplementasikannya dalam keseharian tidak semudah manggut-manggut ketika mendapat penjelasan dari pemateri. Ada saja hal-hal yang menjadikan diri kita tidak produktif.
          Contoh ketidakproduktivan yang sering melanda diri saya adalah dirundung malas yang berkelanjutan, mager, atau apa saja istilah yang lainnya.
          Semangat saya dalam melakukan banyak hal sering naik turun. Kadang dalam keadaan tertentu bisa menyelesaikan target-target dengan tepat, kadang juga ditumpuk sampai menumpuk.
          Saat saya berada pada posisi malas, hilang semangat, dan merasa tidak ada keinginan untuk beranjak memperbaiki perilaku buruk yang tidak patut untuk dicontoh saya bergegas mencari pencerahan dari berbagai sumber.
          Kegiatan yang sering saya lakukan untuk mengatasi ketidakproduktivan adalah dengan banyak membaca tulisan-tulisan yang secara spontan saya cari di media sosial saya. Tulisan-tulisan atau caption sederhana yang orang lain tuangkan seringkali menampar saya untuk segera menyudahi kemalasan dan bangkit kembali. Mereka seolah memberikan pesan tersirat bahwa ketika kamu sedang berleha-leha, sekelilingmu sedang berusaha dengan sekuat tenaga.
          Selain itu, nasehat langsung dari orang-orang terdekat juga menjadi obat ampuh bagi saya untuk kembali melecutkan semangat, jangan ragu berbagi dengan sesama, karena biasanya dengan berbagi akan banyak pencerahan menanti.
          Malas, lengah, bosan adalah hal yang wajar menghampiri, namun akan ada banyak pilihan bagi diri untuk segera memperbaiki :)

Komentar

  1. Seringnya memang aral itu mampir ketimbang ide atau semangat. hehe

    BalasHapus
  2. Kak.. kayaknya lebih rapi pake paragraf rata kiri tanpa tab diawal...
    Terus semangaat

    BalasHapus
  3. bener banget nih, kalau males diterusin bisa beranak pinak malesnya hehee... semangat nulis untuk kita semua :)

    masukan saja untuk lebih merapikan paragraf biar enak dilihat hehee..

    jangan lupa mampir juga ke blog saya, dan follow yaaa :)

    BalasHapus
  4. Wah ikut kelas nulisyuk batch 35?

    BalasHapus
  5. Kemalasan selalu dtg di saat yg tdk tepat
    Semoga kita di jauhkan dr sifat malas
    Semangat kak

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anak Broken Home Berbagi Cerita Tentang Pernikahan

"Pernikahan adalah hadiah terbaik dari Allah SWT untuk kita, dan kualitas dari pernikahan itu adalah persembahan kita untuk Allah SWT." Sepotong kalimat itu ku dapatkan setelah babat habis baca instagram story Febrianti Almeera, atau akrab dipanggil Teh Pepew. Entah kapan mulanya, akun Teh Pepew seringkali jadi media kontemplasi paling mendalam. Kata-katanya lugas dan jelas, lembut tapi menampar halus. Beliau ditakdirkan sepasang dengan Ulum A. Saif, kerap dipanggil Kang Ulum. Jika dilihat sekilas, cocok sekali beliau berdua. Saling melengkapi, saling mengisi, saling belajar. Definisi jodoh. Pembahasan instagram story Teh Pepew kali ini adalah tentang sahabat dekatnya yang baru saja melepas masa lajang di usia kepala 4. Apakah terlambat? Tentu tidak. Dipertemukan dalam kondisi terbaik yang dimiliki, dan di waktu yang terbaik menurutNya. Pembahasan menikah akhir-akhir ini akrab sekali di telinga. Ini bukan lagi tentang terburu-buru, bukan juga sesuatu yang tabu. Perjalanan mas...

Humanity Niche

Suatu kebanggaan menjadi content creator yang bernama blogger. Apapun yang kamu tulis pastikan itu memberikan manfaat positif untuk orang lain dan menjadi amal jariyah yang terus mengalir, sekalipun kita mati -Kosngosan- Mengawali dunia blog ketika dinyatakan dapat bergabung di komunitas ODOP, dengan pendek dan sempitnya pengetahuan saya mulai membuat blog dengan bantuan tutorial di google, sampai bisa mengutak-atiknya agar lebih enak dipandang. Meskipun belum maksimal karena masih menggunakan yang "serba gratisan". Sampai titik ini, banyak sekali dunia blogging yang belum saya ketahui. Beberapa hari yang lalu, saya dihadapkan dengan dua pilihan untuk kelas lanjutan bagi yang sudah resmi lulus dari komunitas ODOP. Ada kelas fiksi dan non-fiksi, fiksi mendalami tentang cerpen, puisi dsb dan non-fiksi menggeluti tetek bengek blog hingga membuat antologi. Awalnya saya mantap ingin memilih kelas fiksi, mengingat isi blog saya yang didominasi dengan karya puisi. Selama 8 ...

Gaji: Menanti dan Memaknai

Bagaimana kabarnya? Sudah melewati rentetan tanggal-tanggal membahagiakan? Senang sekali ya rasanya. Memang tak bisa dipungkiri, salah satu motivasi orang bekerja adalah uang! Ya, untuk menyambung hidup juga melengkapi kebutuhan hidup. Sempat bertanya pada teman-teman dekat yang sudah mulai mempekerjakan dirinya. Sebagian besar dari mereka sangat menunggu momen gajian itu tiba, sebagian lain santai-santai saja karena tabungan di bank masih menumpuk utuh tak tersentuh. Biasanya pada gajian tanggal berapa sih? Rentangan tanggal 30-10an ya. Bagi yang sedang bekerja di sebuah perusahaan ataupun lembaga, bisa jadi momen gajian akan sangat dinantikan, karena disitulah sumber kehidupan memancar. Tapi jangan gantungkan hanya pada satu sumber, banyak sekali pekerjaan sampingan menanti yang (mungkin) bisa kamu lakukan sambil santai-santai. Ketika menanti momen gajian, tindakan konsumtif apa saja sih yang sudah kalian rencanakan? Sudah berapa banyak  wishlist  yang sedang diusahaka...