Langsung ke konten utama

Memaknai Produktivitas

Hal apa yang pertama kali menari-nari dalam pikiran ketika mendengar kata produktivitas? Boleh dong sedikit cerita mengenai kegiatan-kegiatan produktif yang biasa kamu lakukan dan yang paling kamu sukai :)
          Sebelumnya, saya sering salah mengartikan kata produktivitas menjadi suatu pekerjaan yang tidak ada habisnya, dan tentu saja suatu aktivitas yang bisa menghasilkan uang.
          Berdasar asumsi pribadi itu, ternyata sukses menjadikan diri saya terkungkung dalam lingkar anggapan yang muluk-muluk mengenai produktivitas.
          Hal apa yang bisa dilakukan agar kita bisa merasa produktif? Apakah kegiatan yang saya lakukan selama ini sudah termasuk sesuatu yang produktif? Dan masih banyak pertanyaan lain yang belakangan ini baru terpecahkan secara sederhana oleh mbak @ayumdaigo94.
          Sejatinya, produktivitas adalah tentang bagaimana kita bisa memanfaatkan diri kita untuk bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain melalui kegiatan apapun, dengan cara apapun, asalkan dilakukan dengan penuh kesenangan dan tanpa tekanan.
          Ingat! Jangan ukur produktivitas dengan uang. Karena kebermanfaatan tidak melulu harus terbalaskan dengan materi.
          Jika kamu seorang wanita yang biasa mengisi keseharian dengan kegiatan mencuci baju, menyapu, menyetrika, baca buku, atau menulis maka jangan pernah berkecil hati dengan menyebut dirimu orang yang tidak produktif.        Justru dengan seabrek aktivitas positif yang sering dipandang sebelah mata itu kamu telah berhasil membuat perubahan baik yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupanmu maupun orang lain.
          Bayangkan jika kamu memilih untuk tidak melakukan hal apapun. Rumah kotor karena tangan tak disempatkan pegang sapu, cucian kotor menumpuk, buku bacaan terselesaikan hanya melalui angan, tak sempat berbagi apapun melalui tulisan, dan banyak lagi. Bagaimana jadinya? Kita terlalu menganggap produktivitas adalah suatu hal yang tidak sederhana, sehingga kita beranggapan tidak mampu sebelum melakukan sesuatu.
          Sekarang, mulailah melakukan beragam kegiatan yang memberdayakanmu, lakukan dengan bahagia, ubah mindset yang tak sederhana terkait produktivitas, dan segera beraksi :)

Komentar

  1. Mantaap. . . Auto beraksi nih. . . Bikin tulisan banyak biar kalau ada orang yang nanya, eh kamu kerjaannya apa? Gue penulis, bukan Teroris. Hehhe

    BalasHapus
  2. Aku mikirnya itu produktif kalo banyak kegiatan yg bagus, alhamdulilah jadi gak berkecil hatinih selama ini sudah produktif insyaallah

    BalasHapus
  3. produktivitas adalah tentang bagaimana kita bisa memanfaatkan diri kita untuk bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain melalui kegiatan apapun, dengan cara apapun, asalkan dilakukan dengan penuh kesenangan dan tanpa tekanan.

    Sepakat dengan ini sy. Memang produktif itu tidak melulu soal uang.

    BalasHapus
  4. Sebaik-baik Umat Manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama manusia

    BalasHapus
  5. Sepakat kak. Produktivitas tak melulu, itu maindset kapitalis. Seperti inilah maindset idealisme

    BalasHapus
  6. Masyaa Allah, makasih atas tulisannya Mba, makasih... Semangat terus Mba dalam berproduktivitas!

    BalasHapus
  7. Oke, ngodop dengan kesengangan dan tanpa tekanan = produktif.
    zhahahaha..

    BalasHapus
  8. Odop wadah nya beraksi... Semangat

    BalasHapus
  9. Mantul kak, produktivitas nggak melulu yang menghasilkan materi. Tapi menghasilkan sesuatu yg bernilai positifπŸ˜†

    BalasHapus
  10. Good. Produktivitas tidak diukur dengan waktu, lama atau sebentar. Meskipun singkat asal efisien tetap produktif. Semangat!

    BalasHapus

  11. Bener mba...bisa dimulai dengan kegiatan apapun...dimulai dengan hal yang kecil

    BalasHapus
  12. Akuuuuu ... Produktif banget. Tiap hari japan2 dari kamar tidur, ruang tamu, dapur, teras, PP pula ��

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Open Mind

Sejenak saja luangkan waktu, untuk memikirkan hal-hal yang mungkin sepele, yang ada di sekitar kita. Apa arti Bapak? Sudah seberapa dalam kau mengenal sosok Bapak? Sosok yang sering disebut sebagai kepala keluarga, sosok yang tegas karena perkataan dan segala sesuatu yang ada pada dirinya, juga sosok yang wajib dipatuhi dan ditaati setelah Ibu. ------------------- Sore ini saya kembali mendapat pelajaran yang sangat berharga, karena bagi saya apapun yang saya temui adalah sebuah pelajaran, hanya saja kadang saya tak menyadari itu. Kalian tau tukang? Pekerjaan mulia dengan cucuran keringat, tak peduli panas maupun hujan, yang bisa menyuguhkan kita hunian yang nyaman sesuai permintaan. Kerjanya mungkin dari jam 7 pagi sampai jam 4 atau setengah 5 sore. Bagi saya ini termasuk pekerjaan berat dan melelahkan, (bagi saya) loh ya, karena saya melihat bapak-bapak tukang itu berteman baju kumel karena terkena bahan-bahan bangunan, ditambah lagi basah karena hujan, atau terik panas. Kalian...

Anak Broken Home Berbagi Cerita Tentang Pernikahan

"Pernikahan adalah hadiah terbaik dari Allah SWT untuk kita, dan kualitas dari pernikahan itu adalah persembahan kita untuk Allah SWT." Sepotong kalimat itu ku dapatkan setelah babat habis baca instagram story Febrianti Almeera, atau akrab dipanggil Teh Pepew. Entah kapan mulanya, akun Teh Pepew seringkali jadi media kontemplasi paling mendalam. Kata-katanya lugas dan jelas, lembut tapi menampar halus. Beliau ditakdirkan sepasang dengan Ulum A. Saif, kerap dipanggil Kang Ulum. Jika dilihat sekilas, cocok sekali beliau berdua. Saling melengkapi, saling mengisi, saling belajar. Definisi jodoh. Pembahasan instagram story Teh Pepew kali ini adalah tentang sahabat dekatnya yang baru saja melepas masa lajang di usia kepala 4. Apakah terlambat? Tentu tidak. Dipertemukan dalam kondisi terbaik yang dimiliki, dan di waktu yang terbaik menurutNya. Pembahasan menikah akhir-akhir ini akrab sekali di telinga. Ini bukan lagi tentang terburu-buru, bukan juga sesuatu yang tabu. Perjalanan mas...

Sorot Temaram

Sedang berjalan perlahan seorang diri Menafsirkan sepi dengan menyendiri Sejenak menghibur diri Berkelana sesuka hati Hingga lupa gejolak nurani Singgah, berteduh, melanjutkan perjalanan Tak akan ada yang bisa menahan Bertumpu pada harapan Beralas perjuangan Bergandeng keluasan perasaan Kini, Sorot temaram mulai menyingkap kegelisahan Menunjukkan setitik jalan Memecah ragam rupa rintangan Memercik perlahan kekuatan Bangkitkan dan gelorakan kemenangan Pongah karena berhasil melawan keakuan Gegas memintas dengan rangkulan kawan Pun tak luput merangkul lawan Sorot temaram dari kejauhan mencoba menyusup pelan Semakin tak menampakkan kesamaran Semakin terang dan tenang Kembali berjalan perlahan Dan kami menemukan Batu, 23 September 2019