Langsung ke konten utama

Sorot Temaram

Sedang berjalan perlahan seorang diri
Menafsirkan sepi dengan menyendiri
Sejenak menghibur diri
Berkelana sesuka hati
Hingga lupa gejolak nurani

Singgah, berteduh, melanjutkan perjalanan
Tak akan ada yang bisa menahan
Bertumpu pada harapan
Beralas perjuangan
Bergandeng keluasan perasaan

Kini,
Sorot temaram mulai menyingkap kegelisahan
Menunjukkan setitik jalan
Memecah ragam rupa rintangan
Memercik perlahan kekuatan

Bangkitkan dan gelorakan kemenangan
Pongah karena berhasil melawan keakuan
Gegas memintas dengan rangkulan kawan
Pun tak luput merangkul lawan

Sorot temaram dari kejauhan mencoba menyusup pelan
Semakin tak menampakkan kesamaran
Semakin terang dan tenang
Kembali berjalan perlahan
Dan kami menemukan

Batu, 23 September 2019



Komentar

  1. Biasanya kalo baca puisi...pasti ada paragraf yang kalimatnya paling saya suka..
    di tulisan mba...saya suka paragraf pertama

    BalasHapus
  2. Diksinya duh ... Aku mah belum bisa bikin puisi yang diksinya bagus kayak gini

    BalasHapus
  3. Nggak tau mau komen apa soalnya nggak terlalu ngerti puisi, tapi bagus kata-katanyaπŸ‘ mantap mbak😁

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memaknai Produktivitas

Hal apa yang pertama kali menari-nari dalam pikiran ketika mendengar kata produktivitas? Boleh dong sedikit cerita mengenai kegiatan-kegiatan produktif yang biasa kamu lakukan dan yang paling kamu sukai :)           Sebelumnya, saya sering salah mengartikan kata produktivitas menjadi suatu pekerjaan yang tidak ada habisnya, dan tentu saja suatu aktivitas yang bisa menghasilkan uang.           Berdasar asumsi pribadi itu, ternyata sukses menjadikan diri saya terkungkung dalam lingkar anggapan yang muluk-muluk mengenai produktivitas.           Hal apa yang bisa dilakukan agar kita bisa merasa produktif? Apakah kegiatan yang saya lakukan selama ini sudah termasuk sesuatu yang produktif? Dan masih banyak pertanyaan lain yang belakangan ini baru terpecahkan secara sederhana oleh mbak @ayumdaigo94.           Sejatinya, produktivitas adalah tentang bagaimana kita bisa memanfaatkan diri kita ...

Kontemplasi: Rezeki

Memasuki  phase  baru artinya sama dengan menghirup udara yang sama dari sudut lain yang berbeda, bisa jadi tingkat kesegarannya tidak sama tapi itulah adaptasi yang sesungguhnya. Debu, polusi, bahkan kabut gelap sekalipun jika kita sudah biasa berteman dengannya maka rasanya akan biasa aja, saya umpamakan seperti itu.           Apa kabar para pekerja? Pekerja apapun! Semoga panjang umur dengan keberkahan, karena tugas kita adalah keluar (zona nyaman), gigih berusaha, dan tetap percaya bahwa semua hasil dari usaha kita akan dibalaskan setimpal, jika bukan sekarang maka bisa jadi besok, dan jika bukan disini bisa jadi disana.           Pernah tiba-tiba terlintas dari pikiran bagaimana Allah begitu keren mengkonsep semua yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari yang berhubungan dengan rezeki? Saya sedikit cerita ya.           Dulu sekali, ketika saya pergi kemanapun dan hendak membeli apapun ter...