Langsung ke konten utama

Gerimis Belum Mengundang

Sejauh ini kemarau masih panjang
Jalanan teramat gersang
Udara pun tak lagi menyegarkan
Daun-daun gugur bersama keringnya rerumputan
Harusnya, gerimis sudah mengundang

Sungai terpanjang di Jawa mulai surut dan kering kerontang
Tak menampakkan alirannya yang memanjang
Biasanya, menjadi sumber mata air kehidupan
Sekarang surut dan tak enank dipandang

Di bawah kaki gunung yang dulunya bisa menggigil
Sekarang tak lagi jaket memanggil
Gerah dan dahaga mendera
Kapan hujan kan menyapa?
Kami merindukan setiap tetesan tulus dari langit abu
Tapi jangan kau hukum kami dengan murka petirmu

Di bawah payungan nan syahdu
Menari dan berlari
Menghirup bau sedap dari tanah yang terobati rindunya oleh hujan
Kapan kan tiba hari?
Menanti momen berlarian menyelamatkan baju
Agar tak sampai tertetes butiran penyejuk kalbu

Awan hitam menggumpal belum jua datang
Apalagi gerimis dinantikan untuk segera mengundang
Semoga, rindu kami benar
Agar kau datang tak dengan paksaan

Batu, 13 Oktober 2019

Komentar

  1. menanti hujan turun
    semoga lekas bertemu dengan hujan yang ditunggu

    BalasHapus
  2. Setiap orang menanti kedatangannya ....

    BalasHapus
  3. Bagus kak, kita sama lagi menanti hujan ya😀

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sorot Temaram

Sedang berjalan perlahan seorang diri Menafsirkan sepi dengan menyendiri Sejenak menghibur diri Berkelana sesuka hati Hingga lupa gejolak nurani Singgah, berteduh, melanjutkan perjalanan Tak akan ada yang bisa menahan Bertumpu pada harapan Beralas perjuangan Bergandeng keluasan perasaan Kini, Sorot temaram mulai menyingkap kegelisahan Menunjukkan setitik jalan Memecah ragam rupa rintangan Memercik perlahan kekuatan Bangkitkan dan gelorakan kemenangan Pongah karena berhasil melawan keakuan Gegas memintas dengan rangkulan kawan Pun tak luput merangkul lawan Sorot temaram dari kejauhan mencoba menyusup pelan Semakin tak menampakkan kesamaran Semakin terang dan tenang Kembali berjalan perlahan Dan kami menemukan Batu, 23 September 2019

Memaknai Produktivitas

Hal apa yang pertama kali menari-nari dalam pikiran ketika mendengar kata produktivitas? Boleh dong sedikit cerita mengenai kegiatan-kegiatan produktif yang biasa kamu lakukan dan yang paling kamu sukai :)           Sebelumnya, saya sering salah mengartikan kata produktivitas menjadi suatu pekerjaan yang tidak ada habisnya, dan tentu saja suatu aktivitas yang bisa menghasilkan uang.           Berdasar asumsi pribadi itu, ternyata sukses menjadikan diri saya terkungkung dalam lingkar anggapan yang muluk-muluk mengenai produktivitas.           Hal apa yang bisa dilakukan agar kita bisa merasa produktif? Apakah kegiatan yang saya lakukan selama ini sudah termasuk sesuatu yang produktif? Dan masih banyak pertanyaan lain yang belakangan ini baru terpecahkan secara sederhana oleh mbak @ayumdaigo94.           Sejatinya, produktivitas adalah tentang bagaimana kita bisa memanfaatkan diri kita ...

Open Mind

Sejenak saja luangkan waktu, untuk memikirkan hal-hal yang mungkin sepele, yang ada di sekitar kita. Apa arti Bapak? Sudah seberapa dalam kau mengenal sosok Bapak? Sosok yang sering disebut sebagai kepala keluarga, sosok yang tegas karena perkataan dan segala sesuatu yang ada pada dirinya, juga sosok yang wajib dipatuhi dan ditaati setelah Ibu. ------------------- Sore ini saya kembali mendapat pelajaran yang sangat berharga, karena bagi saya apapun yang saya temui adalah sebuah pelajaran, hanya saja kadang saya tak menyadari itu. Kalian tau tukang? Pekerjaan mulia dengan cucuran keringat, tak peduli panas maupun hujan, yang bisa menyuguhkan kita hunian yang nyaman sesuai permintaan. Kerjanya mungkin dari jam 7 pagi sampai jam 4 atau setengah 5 sore. Bagi saya ini termasuk pekerjaan berat dan melelahkan, (bagi saya) loh ya, karena saya melihat bapak-bapak tukang itu berteman baju kumel karena terkena bahan-bahan bangunan, ditambah lagi basah karena hujan, atau terik panas. Kalian...