Langsung ke konten utama

Letakkan Bahagia Pada Nampan Perjuangan

"Ya beginilah berjuang itu"
Satu kalimat yang membuka pembicaraan kita pagi tadi. Sesama sedang berjuang, agaknya perlu memberikan suntikan semangat antara satu dengan yang lainnya. Iman saja bisa naik dan turun, apalagi tingkatan semangat, kan? Tentu saja kita perlu penambah-penambah semangat agar kita terpacu dengannya.

Sabtu adalah satu hari yang dinanti setelah minggu, setelah 5 hari berjibaku dengan aktivitas yang kadang melelahkan. Eh, jangan lelah tapi harus lillah ya! Hehe
Aktivitas transfer ilmu memang tak semulus jalan tol. Menemui murid-murid yang mungkin butuh perlakuan spesial, melawan kemalasan, menata kembali niat, hingga meluruskan jalan juang tentu pernah dialami oleh semua pentransfer.

Terkadang kita terlalu memikirkan target dan hasil, sampai melupakan prosesnya. Ya memang penting, dalam menjalankan sesuatu kita harus termotivasi pada hasil yang hendak kita capai. Namun alangkah indahnya jika segala kebahagiaan dan usaha keras kita letakkan pada nampan perjuangan. Berjuang lebih giat, tanpa tekanan namun tetap dengan tantangan.

Perjuangan itu mencakup proses, proses tak selamanya berjalan mulus sesuai timeline kita. Kadang ada naik turunnya, jatuh bangunnya. Namun bangkit dan melanjutkan perjuangan tetaplah pilihan.

Semoga kita bisa berjuang lebih kuat, berdoa lebih giat, bersyukur lebih banyak. Hingga tak ada lagi keluhan-keluhan dalam proses berjuang. Namun tetap beriring kebahagiaan yang berbalut dengan kesabaran.

Komentar

  1. Salam perjuangan. Jadi pendidik emang harus banyak belajar terutama belajar mentransfer ilmu.

    BalasHapus

  2. Walaupun sulit, tapi terkadang proses menjadi teman terbaik.

    BalasHapus
  3. Begitulah menjadi seorang pendidik karena memang kita semua terlahir sebagai pendidik, setidaknya pendidik diri sendiri.

    BalasHapus
  4. Semangat kak, hal yang paling menyenangkan dalam mentransfer ilmu adalah ketika mereka dapat menerimanya.
    Pernah ngajar privat trus pas siap ujian dy bilang makasih kak tadi ujianku sukses, bahagianya.
    Semangat kak.

    BalasHapus
  5. Letakkan semangat pada nampan perjuangan dan hidangkan setiap pagi

    BalasHapus
  6. Terasa sekali motivasinya Mbak. Benar, kadang kita terpaku pada hasil. Meskipun sejatinya tidak melupakan sama sekali tentang proses. Bukan maunya kita, tapi tuntutan membuatnya demikian. Bukan lagi salah mereka. Hanya, bagaimana kita bisa menyikapinya sebagai bentuk syukur dianugerahi kesempatan.

    Semoga lelahnya berbuah lillah ya Mbak. Yang akan mengantarkan pada bahagia yang sesungguhnya. Dan senantiasa meletakkan bahagia itu pada nampan perjuangan. Semangat Mbak.

    BalasHapus
  7. Aku baru Dateng nih...

    Semangaaaat. Hehe

    BalasHapus
  8. Masha Allah, semangat kak. Salah satu pekerjaan mulia, sebagai seorang pengajar ☺️

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anak Broken Home Berbagi Cerita Tentang Pernikahan

"Pernikahan adalah hadiah terbaik dari Allah SWT untuk kita, dan kualitas dari pernikahan itu adalah persembahan kita untuk Allah SWT." Sepotong kalimat itu ku dapatkan setelah babat habis baca instagram story Febrianti Almeera, atau akrab dipanggil Teh Pepew. Entah kapan mulanya, akun Teh Pepew seringkali jadi media kontemplasi paling mendalam. Kata-katanya lugas dan jelas, lembut tapi menampar halus. Beliau ditakdirkan sepasang dengan Ulum A. Saif, kerap dipanggil Kang Ulum. Jika dilihat sekilas, cocok sekali beliau berdua. Saling melengkapi, saling mengisi, saling belajar. Definisi jodoh. Pembahasan instagram story Teh Pepew kali ini adalah tentang sahabat dekatnya yang baru saja melepas masa lajang di usia kepala 4. Apakah terlambat? Tentu tidak. Dipertemukan dalam kondisi terbaik yang dimiliki, dan di waktu yang terbaik menurutNya. Pembahasan menikah akhir-akhir ini akrab sekali di telinga. Ini bukan lagi tentang terburu-buru, bukan juga sesuatu yang tabu. Perjalanan mas...

Humanity Niche

Suatu kebanggaan menjadi content creator yang bernama blogger. Apapun yang kamu tulis pastikan itu memberikan manfaat positif untuk orang lain dan menjadi amal jariyah yang terus mengalir, sekalipun kita mati -Kosngosan- Mengawali dunia blog ketika dinyatakan dapat bergabung di komunitas ODOP, dengan pendek dan sempitnya pengetahuan saya mulai membuat blog dengan bantuan tutorial di google, sampai bisa mengutak-atiknya agar lebih enak dipandang. Meskipun belum maksimal karena masih menggunakan yang "serba gratisan". Sampai titik ini, banyak sekali dunia blogging yang belum saya ketahui. Beberapa hari yang lalu, saya dihadapkan dengan dua pilihan untuk kelas lanjutan bagi yang sudah resmi lulus dari komunitas ODOP. Ada kelas fiksi dan non-fiksi, fiksi mendalami tentang cerpen, puisi dsb dan non-fiksi menggeluti tetek bengek blog hingga membuat antologi. Awalnya saya mantap ingin memilih kelas fiksi, mengingat isi blog saya yang didominasi dengan karya puisi. Selama 8 ...

Gaji: Menanti dan Memaknai

Bagaimana kabarnya? Sudah melewati rentetan tanggal-tanggal membahagiakan? Senang sekali ya rasanya. Memang tak bisa dipungkiri, salah satu motivasi orang bekerja adalah uang! Ya, untuk menyambung hidup juga melengkapi kebutuhan hidup. Sempat bertanya pada teman-teman dekat yang sudah mulai mempekerjakan dirinya. Sebagian besar dari mereka sangat menunggu momen gajian itu tiba, sebagian lain santai-santai saja karena tabungan di bank masih menumpuk utuh tak tersentuh. Biasanya pada gajian tanggal berapa sih? Rentangan tanggal 30-10an ya. Bagi yang sedang bekerja di sebuah perusahaan ataupun lembaga, bisa jadi momen gajian akan sangat dinantikan, karena disitulah sumber kehidupan memancar. Tapi jangan gantungkan hanya pada satu sumber, banyak sekali pekerjaan sampingan menanti yang (mungkin) bisa kamu lakukan sambil santai-santai. Ketika menanti momen gajian, tindakan konsumtif apa saja sih yang sudah kalian rencanakan? Sudah berapa banyak  wishlist  yang sedang diusahaka...