Langsung ke konten utama

Pulang (1)


Jiwa yang kering sudah menebus kerinduan, terhitung 96 jam terguyur tawa bersama duka. Getar ponsel yang tak henti-henti menandakan; ada banyak notifikasi yang menunggu untuk discroll jari.


Tak seperti biasanya, sang empu berharap bisa tidur nyenyak dengan menonaktifkan ponsel yang biasanya tergeletak tepat disampingnya, dengan kekhawatiran yang cukup memporak-porandakan, tidur awal waktu tetap jadi pilihan, berharap esok akan datang kabar baik yang terucap dari lisan insan.

7 chat masuk dari keluarga, diiringi beberapa puluh panggilan tak terjawab yang baru saja masuk karena mata baru berhasil terbuka, dan jari baru berhasil menyentuh layar benda persegi panjang, saat itu pukul 03:30 WIB, sembari kucek-kucek mata mencoba fokus untuk membaca satu demi satu chat yang masuk, dan benar! Setelah itu hanya isak yang terdengar.

Kepulangan memang suatu hal yang dinantikan, tapi bukan pulang karena kabar kedukaan.

Hari ini saya tuliskan untuk merawat ingatan, agar do'a-do'a baik senantiasa terpanjatkan. Semoga Khusnul Khotimah, teriring pengampunan-Nya.

Selamat jalan Pakde, semoga Allah lapangkan kubur dan Allah terima segala amal kebaikanmu. Allah berikan pencahayaan di alam kubur, dan Allah jaga seluruh keluargamu dengan Mahabbah-Nya.


Komentar

  1. Alur paragraf nya halus, bagus diksinya..

    Salam kenal dr kota tetangga..


    Rahayu 🙏🙏

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memaknai Produktivitas

Hal apa yang pertama kali menari-nari dalam pikiran ketika mendengar kata produktivitas? Boleh dong sedikit cerita mengenai kegiatan-kegiatan produktif yang biasa kamu lakukan dan yang paling kamu sukai :)           Sebelumnya, saya sering salah mengartikan kata produktivitas menjadi suatu pekerjaan yang tidak ada habisnya, dan tentu saja suatu aktivitas yang bisa menghasilkan uang.           Berdasar asumsi pribadi itu, ternyata sukses menjadikan diri saya terkungkung dalam lingkar anggapan yang muluk-muluk mengenai produktivitas.           Hal apa yang bisa dilakukan agar kita bisa merasa produktif? Apakah kegiatan yang saya lakukan selama ini sudah termasuk sesuatu yang produktif? Dan masih banyak pertanyaan lain yang belakangan ini baru terpecahkan secara sederhana oleh mbak @ayumdaigo94.           Sejatinya, produktivitas adalah tentang bagaimana kita bisa memanfaatkan diri kita ...

Sorot Temaram

Sedang berjalan perlahan seorang diri Menafsirkan sepi dengan menyendiri Sejenak menghibur diri Berkelana sesuka hati Hingga lupa gejolak nurani Singgah, berteduh, melanjutkan perjalanan Tak akan ada yang bisa menahan Bertumpu pada harapan Beralas perjuangan Bergandeng keluasan perasaan Kini, Sorot temaram mulai menyingkap kegelisahan Menunjukkan setitik jalan Memecah ragam rupa rintangan Memercik perlahan kekuatan Bangkitkan dan gelorakan kemenangan Pongah karena berhasil melawan keakuan Gegas memintas dengan rangkulan kawan Pun tak luput merangkul lawan Sorot temaram dari kejauhan mencoba menyusup pelan Semakin tak menampakkan kesamaran Semakin terang dan tenang Kembali berjalan perlahan Dan kami menemukan Batu, 23 September 2019

Kontemplasi: Rezeki

Memasuki  phase  baru artinya sama dengan menghirup udara yang sama dari sudut lain yang berbeda, bisa jadi tingkat kesegarannya tidak sama tapi itulah adaptasi yang sesungguhnya. Debu, polusi, bahkan kabut gelap sekalipun jika kita sudah biasa berteman dengannya maka rasanya akan biasa aja, saya umpamakan seperti itu.           Apa kabar para pekerja? Pekerja apapun! Semoga panjang umur dengan keberkahan, karena tugas kita adalah keluar (zona nyaman), gigih berusaha, dan tetap percaya bahwa semua hasil dari usaha kita akan dibalaskan setimpal, jika bukan sekarang maka bisa jadi besok, dan jika bukan disini bisa jadi disana.           Pernah tiba-tiba terlintas dari pikiran bagaimana Allah begitu keren mengkonsep semua yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari yang berhubungan dengan rezeki? Saya sedikit cerita ya.           Dulu sekali, ketika saya pergi kemanapun dan hendak membeli apapun ter...