Langsung ke konten utama

4 Hal yang Harus Dihindari Saat Berbicara

Dunia public speaking memang tidak asing lagi di telinga kita. Kemampuan komunikasi yang baik tentu menjadi nilai tambah bagi seseorang. Tak jarang, pelatihan-pelatihan tentang public speaking dan sejenisnya banyak digelar dan mampu menggait banyak peserta.

Kiat-kiat dan tips bicara di depan umum seringkali dipaparkan, karena memang itulah salah satu poin pokok di pembahasan public speaking.

Sekarang, saya akan berbagi ringkasan materi yang saya dapatkan dari Seminar Public Speaking bersama Pak Heppy Chandrayana, seorang MC istana negara yang mencoba membahas tentang hal-hal yang harus dihindari ketika berbicara di depan umum.

Berikut ulasannya:
1. Menyimpan tangan di saku
Hal yang wajar, ketika grogi menghampiri maka dengan spontan kita melakukan hal-hal yang tidak disadari, tindakan menyimpan tangan di saku  salah satunya. Maka jika ingin menjadi pembicara yang baik, hindari hal tersebut. Melakukan hal ini hanya akan menunjukkan bahwa tidak ada kesiapan yang matang dari diri anda.

2. Lengan Disedekapkan
Bergaya cool dan keren, namun hal ini sangat mengganggu pemandangan. Ambil posisi siap, buang semua kenervousan, dan biarkan tangan menjuntai santai.

3. Memainkan Tangan Tidak Wajar
Biasanya banyak terjadi pada pembicara laki-laki, menyatukan jari-jari kanan dan kiri kemudian menjadikannya berbunyi. Pak Chandra mengungkapkan, dari tindakan ini terlihat bahwa pembicara tidak menunjukkan kepercayaan dirinya sebagai pembicara, hasilnya audience akan bosan, mengantuk, dsb.

4. No Graffit Now
Istilah ini berlaku untuk pembicara latah yang seringkali melontarkan kata-kata reflek yang selalu diulang-ulang di setiap pembicaraan. Misalnya "eh, apa namanya, emmm" dll. Hal ini juga mengurangi tingkat ketertarikan audience kepada kita selaku pembicara.

Semoga bermanfaat, boleh share pengalaman kalian juga tentang dunia public speaking ya :)

Komentar

  1. Poin keempat, kayaknya paling sering aku alami, Kak huhu. Anw, terima kasih atas sharingnya, Kak Nelly~

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memaknai Produktivitas

Hal apa yang pertama kali menari-nari dalam pikiran ketika mendengar kata produktivitas? Boleh dong sedikit cerita mengenai kegiatan-kegiatan produktif yang biasa kamu lakukan dan yang paling kamu sukai :)           Sebelumnya, saya sering salah mengartikan kata produktivitas menjadi suatu pekerjaan yang tidak ada habisnya, dan tentu saja suatu aktivitas yang bisa menghasilkan uang.           Berdasar asumsi pribadi itu, ternyata sukses menjadikan diri saya terkungkung dalam lingkar anggapan yang muluk-muluk mengenai produktivitas.           Hal apa yang bisa dilakukan agar kita bisa merasa produktif? Apakah kegiatan yang saya lakukan selama ini sudah termasuk sesuatu yang produktif? Dan masih banyak pertanyaan lain yang belakangan ini baru terpecahkan secara sederhana oleh mbak @ayumdaigo94.           Sejatinya, produktivitas adalah tentang bagaimana kita bisa memanfaatkan diri kita ...

Sorot Temaram

Sedang berjalan perlahan seorang diri Menafsirkan sepi dengan menyendiri Sejenak menghibur diri Berkelana sesuka hati Hingga lupa gejolak nurani Singgah, berteduh, melanjutkan perjalanan Tak akan ada yang bisa menahan Bertumpu pada harapan Beralas perjuangan Bergandeng keluasan perasaan Kini, Sorot temaram mulai menyingkap kegelisahan Menunjukkan setitik jalan Memecah ragam rupa rintangan Memercik perlahan kekuatan Bangkitkan dan gelorakan kemenangan Pongah karena berhasil melawan keakuan Gegas memintas dengan rangkulan kawan Pun tak luput merangkul lawan Sorot temaram dari kejauhan mencoba menyusup pelan Semakin tak menampakkan kesamaran Semakin terang dan tenang Kembali berjalan perlahan Dan kami menemukan Batu, 23 September 2019

Kontemplasi: Rezeki

Memasuki  phase  baru artinya sama dengan menghirup udara yang sama dari sudut lain yang berbeda, bisa jadi tingkat kesegarannya tidak sama tapi itulah adaptasi yang sesungguhnya. Debu, polusi, bahkan kabut gelap sekalipun jika kita sudah biasa berteman dengannya maka rasanya akan biasa aja, saya umpamakan seperti itu.           Apa kabar para pekerja? Pekerja apapun! Semoga panjang umur dengan keberkahan, karena tugas kita adalah keluar (zona nyaman), gigih berusaha, dan tetap percaya bahwa semua hasil dari usaha kita akan dibalaskan setimpal, jika bukan sekarang maka bisa jadi besok, dan jika bukan disini bisa jadi disana.           Pernah tiba-tiba terlintas dari pikiran bagaimana Allah begitu keren mengkonsep semua yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari yang berhubungan dengan rezeki? Saya sedikit cerita ya.           Dulu sekali, ketika saya pergi kemanapun dan hendak membeli apapun ter...