Langsung ke konten utama

Partial Review of Emina Products


Hallo! Sudah cukup tergiur dengan berbagai macam produk kecantikan yang membuat silau sejauh mata memandang? Tulisan ini bertujuan mereview produk yang telah saya cicipi, tidak bermaksud untuk menghilangkan label "cantik natural" karena tidak menyentuh skincare atau make up apapun, juga tidak seratus persen mengajak untuk tidak mensyukuri apa yang telah Allah beri. Ini bukan perihal mengubah ciptaan-Nya, namun mensyukurinya dengan merawatnya hehe.

Memiliki kulit wajah yang oke saja diapa-apakan adalah kenikmatan tersendiri, betapa banyak keluhan dari teman terdekat yang sensitif sekali dengan produk-produk tertentu, belum lagi kegalauan dengan jerawat yang tidak kunjung mempan menggunakan berbagai macam skincare.

Dulu ketika kelas 2 SMP adalah masa awal saya menggunakan facial wash, saya pilih Ponds karena memang mudah dijangkau karena hampir setiap toko di dekat rumah ada, apalagi ibu saya juga menjualnya. Mulai dari itu sampai dengan kuliah saya masih setia dengan Ponds, ditambah dengan pelembabnya sebagai pelengkap.

Selain aromanya yang harum, facial wash Ponds (pink) juga lembut teksturnya dan keset ketika dipakai, jadi terasa segar setelah mencuci muka menggunakan itu.

Namun, Oktober tahun ini saya mulai meninggalkan Ponds dan beralih ke produk lain, setelah membaca banyak review dan membaca komposisinya saya akhirnya berganti ke produk skincare yang memasang tagline "Born to be loved", Emina namanya.


Produk ini memang banyak digandrungi para remaja, kemasannya yang eye catching dengan beragam jenis skincarenya seolah menjawab semua permasalahan yang ada pada kulit. Untuk masker saja Emina memiliki banyak sekali jenis, mulai dari greentea, rice, cranberry, dll.

Berikut adalah review saya menggunakan sebagian produk dari Emina. Saya baru sebulan pemakaian, namun setidaknya sudah bisa mengungkapkan apa yang saya rasakan. Mohon jangan ditertawakan jika tidak menemukan perubahan yang signifikan di kulit wajah saya ya :)

1. Emina Bright Stuff Moisturizing Cream
Produk ini sejenis dengan pelembab pada umumnya, hanya saja Emina menawarkan serangkaian produknya bukan hanya di pelembab, untuk hasil yang maksimal tersedia Micellar water, facial wash, masker hingga tone upnya. Bagi saya ada ciri khas dari Emina yaitu bau skincarenya yang kalem dan tidak menyengat. Untuk produk ini saya biasa menggunakannya setelah mandi, tekstrurnya lembut berwarna putih terasa sangat halus di wajah dan memberikan efek lembab. Harganya sekitar 18.000-21.000 rupiah tergantung dimana anda membelinya, saya sih tim Shopee.

2. Tone Up Cream
Tak jauh beda dengan Moisturizing Cream, bagi saya produk ini sama saja dengan pelembab, hanya saja memberikan efek beberapa tingat lebih cerah di wajah, efeknya pun langsung usai pengolesan di wajah. Tone Up Cream lebih tercium baunya jika dibandingkan dengan Moisturizing Cream. Saya biasa menggunakannya ketika akan bepergian, saya oleskan tipis dan merata karena saya tidak ingin hasilnya terlalu putih. Tekstur Tone Up Cream lebih berair jika dibandingkan dengan Moisturizing, oleh sebab itu pemakaian Tone Up Cream sebaiknya menunggu wajah kering atau dilap dahulu ketika selesai memakai Facial Wash, agar hasilnya merata. Harganya sekitar 16.000-17.000 rupiah.

3. Emina Bright Stuff Facial Wash
Pertama saya ingin membocorkan bahwa Facial wash yang satu ini sangat harum. Warnanya putih dan memberi efek segar yang luar biasa di wajah. Setelah mencuci muka menggunakan Facial wash ini kulit jadi terasa lebih halus. Harganya pun sangat terjangkau, untuk kemasan 100gr hanya dibandrol 20.500 rupiah.

4. Green Tea Latte Face Mask
Wangi green teanya benar-benar relaxing buat saya. Biasanya saya memakainya dua kali dalam seminggu. Teksturnya gel sehingga lebih susah keringnya, untuk membilasnya perlu beberapa kali tindakan, efeknya pun jangka panjang. Bagi saya masker ini tidak memberi efek putih, hanya melembabkan dan memberi efek segar. Overall, masker ini murah sekali hanya 29.000 rupiah.

5. Creamy Milk Cleanser and Toner Emina
Pembersih wajah dari Emina ini saya beli barengan sekaligus karena harganya terjangkau dan packagingnya yang imut. Pembersih wajah berguna untuk menghilangkan minyak berlebih, debu, mengangkat sel kulit mati, dan mencegah timbulnya bruntusan di wajah karena sisa make up. Bedanya dengan Facial wash adalah pada pengaplikasiannya, saya biasanya menggunakan Cleanser and Toner sebelum memakai facial wash dan sebelum tidur. Jika diperlukan, memakai dua produk ini setelah bepergian sangat disarankan, karena akan terasa enteng sekali ketika dua produk ini bekerja mengangkat kotoran di wajah. Harga creamy milknya kisaran 23.000-24.000 rupiah, begitupun tonernya kisaran segitu.

Sekian honest review dari saya, jika kalian memakainya juga boleh menambahkan komentar untuk mengungkapkan perasaannya menggunakan produk Emina. Semoga bermanfaat :)

Komentar

  1. Aahhh..senang rasanya menemukan tulisan ttg dunia per.skincare.an..lanjutkan kakak

    BalasHapus
  2. Aku juga cobain yang Emina Bright Stuff Moisturizing Cream nih. Bagus, kalau diaku dia bisa sedikit kasih efek mencerahkan secara instan. Tapi sayangnya gak cukup melembabkan untuk kulit wajahku yang kering ini.

    BalasHapus
  3. Mantap kak.. jgn lupa mampir ke blog ku hehehhe

    BalasHapus
  4. Aku baru tau merk ini Nel Jadi senapsaran. Tapi takut mau nyoba nyoba 🤪

    BalasHapus
  5. Hihi....bagus...

    Aku juga pengen review produk skun care ku ah... Hehe

    BalasHapus
  6. kayaknya produk inj sering ada diskon di alfamart😅

    BalasHapus
  7. Wah sejauh ini aku belum banyak coba skincarenya Emina, cuma pernah lip scrubnya sih. Lebih prefer make-up mereka soalnya hihi.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memaknai Produktivitas

Hal apa yang pertama kali menari-nari dalam pikiran ketika mendengar kata produktivitas? Boleh dong sedikit cerita mengenai kegiatan-kegiatan produktif yang biasa kamu lakukan dan yang paling kamu sukai :)           Sebelumnya, saya sering salah mengartikan kata produktivitas menjadi suatu pekerjaan yang tidak ada habisnya, dan tentu saja suatu aktivitas yang bisa menghasilkan uang.           Berdasar asumsi pribadi itu, ternyata sukses menjadikan diri saya terkungkung dalam lingkar anggapan yang muluk-muluk mengenai produktivitas.           Hal apa yang bisa dilakukan agar kita bisa merasa produktif? Apakah kegiatan yang saya lakukan selama ini sudah termasuk sesuatu yang produktif? Dan masih banyak pertanyaan lain yang belakangan ini baru terpecahkan secara sederhana oleh mbak @ayumdaigo94.           Sejatinya, produktivitas adalah tentang bagaimana kita bisa memanfaatkan diri kita ...

Sorot Temaram

Sedang berjalan perlahan seorang diri Menafsirkan sepi dengan menyendiri Sejenak menghibur diri Berkelana sesuka hati Hingga lupa gejolak nurani Singgah, berteduh, melanjutkan perjalanan Tak akan ada yang bisa menahan Bertumpu pada harapan Beralas perjuangan Bergandeng keluasan perasaan Kini, Sorot temaram mulai menyingkap kegelisahan Menunjukkan setitik jalan Memecah ragam rupa rintangan Memercik perlahan kekuatan Bangkitkan dan gelorakan kemenangan Pongah karena berhasil melawan keakuan Gegas memintas dengan rangkulan kawan Pun tak luput merangkul lawan Sorot temaram dari kejauhan mencoba menyusup pelan Semakin tak menampakkan kesamaran Semakin terang dan tenang Kembali berjalan perlahan Dan kami menemukan Batu, 23 September 2019

Kontemplasi: Rezeki

Memasuki  phase  baru artinya sama dengan menghirup udara yang sama dari sudut lain yang berbeda, bisa jadi tingkat kesegarannya tidak sama tapi itulah adaptasi yang sesungguhnya. Debu, polusi, bahkan kabut gelap sekalipun jika kita sudah biasa berteman dengannya maka rasanya akan biasa aja, saya umpamakan seperti itu.           Apa kabar para pekerja? Pekerja apapun! Semoga panjang umur dengan keberkahan, karena tugas kita adalah keluar (zona nyaman), gigih berusaha, dan tetap percaya bahwa semua hasil dari usaha kita akan dibalaskan setimpal, jika bukan sekarang maka bisa jadi besok, dan jika bukan disini bisa jadi disana.           Pernah tiba-tiba terlintas dari pikiran bagaimana Allah begitu keren mengkonsep semua yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari yang berhubungan dengan rezeki? Saya sedikit cerita ya.           Dulu sekali, ketika saya pergi kemanapun dan hendak membeli apapun ter...