Langsung ke konten utama

Menulis dan Tetek Bengeknya

Menulislah agar kau bisa dikenang sepanjang masa, anonim.
Saya sangat terpacu mendengar kalimat itu, merasa tidak punya apa-apa dan belum bisa berbuat apa-apa. Cita-cita menjadi seorang penulis ternyata sudah terbesit sejak dulu kala. Namun saya sering tidak tahu harus bagaimana menggapai cita-cita menjadi seorang penulis itu.

Sudah sering saya menceritakan komunitas menulis yang saya ikuti, bagaimana saya ungkapkan rasa haru dan terima kasihnya. Karena saya merasa, dari sana saya bisa selangkah lebih maju untuk menggapai cita-cita yang sempat tertanggalkan itu.

Bicara soal menulis, jalan saya memang tidak berjalan mulus, banyak tantangan-tantangan yang harus saya lewati agar saya bisa tetap konsisten menulis. Terutama adalah kemalasan. Kadang saya banyak berbicara dengan diri sendiri, saya masih seorang single dengan kesibukan yang tidak seberapa, mengapa saya tidak bisa se-konsisten teman-teman yang lainnya?

Padahal yang lain, dengan kesibukannya yang bejibun. Tanggung jawab sebagai seorang istri, sebagai seorang ibu, namun tetap bisa membagi waktunya dengan baik. Bisa memprioritaskan menulis, dan itu sangat memalukan bagi diri saya yang masih terus-menerus malas.

Saya rasa terus belajar dan memperbaiki diri memang selalu butuh inspirator, orang-orang di sekeliling kita, bahkan terkadang orang yang tidak kita kenal sebelumnya bisa menjadi pemantik buat kita untuk terus menjadikan diri lebih baik dari pada sebelumnya.

Teman-teman, jangan lelah mengingatkan saya untuk tetap istikamah ya :)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memaknai Produktivitas

Hal apa yang pertama kali menari-nari dalam pikiran ketika mendengar kata produktivitas? Boleh dong sedikit cerita mengenai kegiatan-kegiatan produktif yang biasa kamu lakukan dan yang paling kamu sukai :)           Sebelumnya, saya sering salah mengartikan kata produktivitas menjadi suatu pekerjaan yang tidak ada habisnya, dan tentu saja suatu aktivitas yang bisa menghasilkan uang.           Berdasar asumsi pribadi itu, ternyata sukses menjadikan diri saya terkungkung dalam lingkar anggapan yang muluk-muluk mengenai produktivitas.           Hal apa yang bisa dilakukan agar kita bisa merasa produktif? Apakah kegiatan yang saya lakukan selama ini sudah termasuk sesuatu yang produktif? Dan masih banyak pertanyaan lain yang belakangan ini baru terpecahkan secara sederhana oleh mbak @ayumdaigo94.           Sejatinya, produktivitas adalah tentang bagaimana kita bisa memanfaatkan diri kita ...

Sorot Temaram

Sedang berjalan perlahan seorang diri Menafsirkan sepi dengan menyendiri Sejenak menghibur diri Berkelana sesuka hati Hingga lupa gejolak nurani Singgah, berteduh, melanjutkan perjalanan Tak akan ada yang bisa menahan Bertumpu pada harapan Beralas perjuangan Bergandeng keluasan perasaan Kini, Sorot temaram mulai menyingkap kegelisahan Menunjukkan setitik jalan Memecah ragam rupa rintangan Memercik perlahan kekuatan Bangkitkan dan gelorakan kemenangan Pongah karena berhasil melawan keakuan Gegas memintas dengan rangkulan kawan Pun tak luput merangkul lawan Sorot temaram dari kejauhan mencoba menyusup pelan Semakin tak menampakkan kesamaran Semakin terang dan tenang Kembali berjalan perlahan Dan kami menemukan Batu, 23 September 2019

Kontemplasi: Rezeki

Memasuki  phase  baru artinya sama dengan menghirup udara yang sama dari sudut lain yang berbeda, bisa jadi tingkat kesegarannya tidak sama tapi itulah adaptasi yang sesungguhnya. Debu, polusi, bahkan kabut gelap sekalipun jika kita sudah biasa berteman dengannya maka rasanya akan biasa aja, saya umpamakan seperti itu.           Apa kabar para pekerja? Pekerja apapun! Semoga panjang umur dengan keberkahan, karena tugas kita adalah keluar (zona nyaman), gigih berusaha, dan tetap percaya bahwa semua hasil dari usaha kita akan dibalaskan setimpal, jika bukan sekarang maka bisa jadi besok, dan jika bukan disini bisa jadi disana.           Pernah tiba-tiba terlintas dari pikiran bagaimana Allah begitu keren mengkonsep semua yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari yang berhubungan dengan rezeki? Saya sedikit cerita ya.           Dulu sekali, ketika saya pergi kemanapun dan hendak membeli apapun ter...